BAB
10
MANUSIA
DAN KEGELISAHAN
1. Kegelisahan dan Sumber-sumbernya
Pada prinsipnya manusia merupakan makluk yang di
arahkan oleh motivasi dan cita-citanya. Hampir semua tingkah laku manusia dapat
di pandang sebagai usaha untuk memuaskan hasrat biologis mereka. Tetapi tujuan
itu sering sulit atau bahkan kemungkinan kecil untuk di capai. Keglisahan di
sini di artikan suatu kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan
dalam mengatasi rintangan tersebut. Pada hakekatnya kegelisahan menunjuk pada
motivasi yang terhalang dan dalam keadaan tak terpuaskan.
Banyak orang berpikir bahwa kegelisahan merupakan
keadaan yang tak diinginkan. Tetapi para ahli jiwa berpikir bahwa kegelisahan
merupakan kondisi hidup manusia, atau sebagai kawan akrab yang memberi stimulus
kepada tingkah laku manusia. Kegelisahan yang tak terhindarkan di sebabkan oleh
kompleksitas manusia, lingkungan dimana ia tinggal, dan keterbatasan fisik dan
jiwanya.
Kegelisahan
dan kompleksitas manusia
Motif-motif perbuatan
yang mendorong dan mengarahkan tingkah laku timbul dan dapat mencapai pemuasan
dengan cara yang sederhana. Sebaliknya motif-motif itu terjadi dalam keadaan
ruwet, bakan kadang-kadang penuh kekacauan . motif yang berbeda-beda bersaing satu
sama lain, dan pemuasam terhadap motif pertama akan diusul dengan datangnya
motif yang lain.
Kegelisahan
dan ketidakmampuan penyesuaian bertindak
alasan terjadinya
kegelisahan yang tak terelakkan ialah kenyataan bahwa pencapaian tujuan
tergantung pada keefektifan dalam penyesuaian. hasil hanya dapat di capai jika
seseorang mempunyai kebiasaan yang sesuai untuk memanipulasi lingkungan. jika tidak demikian akan serupa dengan
seseorang ingin menjadi dokter tetapi tidak lulus SMA. ingin menjadi seorang Maradona
tetapi mempunyai kaki bengkok. beruntunglah binatang seperti burung dan lebah ,
misalnya mereka mempunyai alat yang terbangun dalam sistem sarafnya sehingga
mereka tidak perlu penyesuaian diri.
manusia hanya berhasil jika ia menggunakan reorganisasi pengalamannya
dalam menhyesuaikan dirinya dengan lingkungan.
faktor inteligensi, fisik, dan pengalaman menyediakan kebiasaan
bertindak sehingga manusia tidak dapat mencapai tujuannya. karena manusia tidak
sempurna dalam ketiga hal itu, maka semua orang dapat mencapai semua motifnya
dengan penuh karena kekurangan mereka masing-masing.
Keadaan Fisik
a.
Keaaan fisik merupakan faktor yang utama sebagai kegelisahan manusia.
sejak bayi lahir ia selalu menghadapi kenyataan bahwa ia selalu terhalang keinginannya
karena sebab-sebab fisik.bayi tidak mempunyai koordinasi otot untuk mengatasi
halangan, bahkan ia tidak dapat memperhitungkan jarak suatu obyek dan ia
sendiri. Pada masa dewasa ketidakmampuan fisik bukan merupakan sumber
kegelisahan yang pokok, kecuali pada masa epidemi, banjir, gempa bumi dan
bencana lainnya. dengan adanya kemajuan di bidang kedokteran, meteorologi dan
geofisika, kegelisahan yang di timbulkan sumber ini semakin dapat di kurangi.
kegelisahan dan kekhwatiran yang di timbulkan oleh sebab-sebab fisik tentu saja
harus menghinggapi mereka yang mempunyai cacat fisik seperti kebutaan. pada masa tua, keterbatasan fisik menjadi
penyebab utama dari kegelisahan manusia. tragedi yang selalu dapat di temui
pada orangtua ialah bahwa bukan karena mereka menjadi tua, sebab ini adalah
proses proses alami yang tak dapat di hindari, tetapi karena mereka tidak siap
mwnjadi tua atau tidak siap merubah peran, sikap dan motif-motif pada saat usia
semakin tua.
2. Makna Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah. gelisah
artinya rasa tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat
tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya.
kegelisahan artinya perasaan gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. rasa
gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang
gelisah di hantui rasa khwatir atau takut.
Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami
kegelisahan. kegelisahan ini, apabila cukup lama hinggap pada manusia, akan
menyebabkan suatu gangguan penyakit. kegelisahan (anxiety) yang cukup lama akan
menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.
Penyebab kegelisahan dapat pula dikatakan akibat
mempunyai kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehidupan.
kehidupan ini yang menyebabkan mereka menjadi gelisah. mereka sendiri sering
tidak tau mengapa mereka gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai
arti. kegelisahan yang demikian sifatny abstrak sehingga disebut kegelisahan
murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui kegelisahannya, seolah-olah tanpa
sebab.
Perasaan Cemas menurut Sigmund Freud ada tiga macam,
yaitu :
a)
Kecemasan obyektif
kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan,
seperti anaknya yang belum pulang, orangtua sakit keras
b)
Kecemasan Neurotik (saraf)
Hal ini di timbulkan akibat pengamatan tentang
bahaya dari naluri. contohnya dalam penyesuaian diri dengan lingkungan, rasa
takut yang irrasional semacam fobia, rasa gugup, dsb
c)
Kecemasan Moral
Hal ini muncul dari rasa Emosi diri sendiri seperti
perasaan iri, dengki, dendam
3. Makna Ketersaingan
Ketersaingan berasal dsari kata terasing, dan kata
itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal
orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan
dari yang lain, atau terpencil. Jadi keterasingan berarti hal –hal yang
berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil, atau terpisah dari yang
lain.
Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup
manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan,
sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda atau sama lain.
4. Makna Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi, artinya
sunyi,lengang, tidak ramai, tidak ada orang atau kendaraan, tidak banyak tamu,
tidak banyak pembeli, taka da apa-apa, dan sebagainya.
setiap orang pernah mengalami kesepian, Karena
kesepian bagian dari hidup manusia, lama atau sebentar perasaan kesepian ini
bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
Orang mengasingkan diri sehingga kesepian mungkin
karena kesombonganya, mungkin pula karena sikap rendah diri. Tetapi sebab utama
kesepian itu ialah manusia takut kehilangan hak hidup atau hak memiliki nama
baik (harga diri)
5. Makna Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya
tidak menentu pikirannya atau mendua, atau apa yang dipikirankan tidak searah,
kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua akibat pikirannya tidak dapat
konsentrasi. Ketidak konsentrasian itu disebabkan oleh berbagai sebab, yang
jelas pikirannya kacau.
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik itu
biasanya karena mentalnya tergabggu. Gangguan mental itu bermacam-macam
tanda-tandanya misalnya obsesi, kompulsi, phobia, delusi, hysteria, halusinasi,
emosi dsb. Orang yang sedang dilanda tanda-tanda itu pikirannya kacau, tidak
dapat berpikir dengan baik, makan waktu cukup lama.
Untuk mengatasi atau mrenghilangkan pikiran yang
kacau itu perlu dicari penyebabnya, andaikata telah diketahui penyebabnya tetap
masih sakit, penderita itu perlu diajak pergi atau pergi sendiri ke psikolog.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Mochtar Hadi, Ilmu Budaya Dasar, UNS, Surakarta, 1986
2. Jujun
S. Suriasumantri, Ilmu Dalam Perspektif, Yayasan Obor Indonesia dan Leknas –
LIPI, Gramedia, Jakarta, 1981.
3. Amir
Sisbiyanto, Drs.,ManusiadanKegelisahan, IKIP Semarang Press,1990.
SUMBER
Buku Ilmu Budaya Dasar Karangan Drs. Joko Tri
Prasetya, dkk. Penerbit Rineka Cipta
Komentar
Posting Komentar