BAB IV
MANUSIA DAN
CINTA KASIH
1. Makna Kasih Sayang
Ada berbagai macam bentuk kasih sayang, bentuk itu
sesuai dengan kondisi penyayang dan yang disayangi. Dalam kehidupan berumah
tangga kasih dan sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan
pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang ini sadar atau tidak dari
masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling
percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan
kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang,
misalnya tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Yang dapat
merasakan kasih sayang bukan hanya suami istri atau anak-anaknya yang telah
dewasa, melainkan bayi yang masih merah pun telah dapat merasakan kasih sayang
ayah atau ibunya.Bayi yang masih merah telah dapat mengenal suara atau sentuhan
tanyan ayah atau ibunya. Bagaimana sikap ibunya memegang atau menggendongnya,
hal ini karena sang bayi telah mempunya kepribadian. Betapa mesra ibu menggendong
anaknya sebagai bukti kasih sayang setulus hati. Sang bayi telah sanggup
membalas kasih sayang sang ibu dengan meraba dagu ibu.
Alangkah
bahagia ibu ini !
Kasih sayang itu tampak sekali bila seorang ibu
sedang menyusui atau menggendong bayinya itu diajak bercakap-cakap,
ditimang-timang, dinyanyikan, meskipun bayi itu tak tahu arti kata-kata, lagu
dan sebagainya, Dapat disimpulkan bahwa kasih sayang dialami oleh setiap
manusia, karena kasih sayang merupakn bagian hidup manusia. Sejak lahir anak
telah mengenal kasih sayang, meskipun ada pula kelahiran anak tidak diharapkan,
namun hal itu termasuk perkecualian. Kelahiran anak yang tidak diharapkan,
umunya bukan lahir karena hasil kasih sayang. Kasih sayang yang berlebihan
cenderung merupakan pemanjaan. Pemanjaan anak kurang baik, karena umunya anak
yang dimanjakan menjadi anak yang sombong, pemboros, tidak saleh, dan tidak
menhormati orang tua.
2. Kasih Sayang dalam Keluarga
Bila percintaan pria-wanita diakhiri dengan
perkawinan maka didalam kehidupan berumah tangga, keluarga ini akan menemukan
kebahagiaan mereka. Cinta yang semula hanya terbatas antara sepasang muda-mudi,
kini berkembang dengan kasih sayang si Buyung yang mungil.
Zaman sekarang ini banyak orang merasakan bahwa
kebahagiaan itu adalah suatu keadaan abstrak yang sulit dicapai. Sebetulnya
masih ada banyak jalan untuk menemukan kebahagiaan atau setidak-tidaknya untuk
mengurangi pukulan badai kehidupan.
3. Makna Kemesraan
Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih
sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pegertian mesra
atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat
ditimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat meciptakan
berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Dapat disimpulkan bahwa kemesraan adalah hubungan
akrab antara pri-wanita atau suami istri. Kemesraan merupakan bagian hidup
manusia. Di dalam kehidupan manusia terdapat berbagai kasus kemesraan.
Kemesraan dapat membangkitkan daya kreativitas manusia untuk menciptakan atau
menikmati seni budaya, seni sastra, seni music, seni tari, seni lukis dan
sebagainya.
4.
Makna
Pemujaan
a.
Cara
pemujaan
Dalam kehidupan manusia
terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan,kondisi, dan
situasi. Sembah yang dirumah, masjid, greja, di pura di candi bahkan di
tempat-tempat yang dianggap keramat merupakan perwujudkan dari pemujaan kepada tuhan
atau yang dianggap tuhan. Di alam semesta ini tidak ada seorang pun yang
membantah bahwa tuhan itu pencipta segala-galanya. Bahwaa tuhan maha penguasa,
tuhan maha tahu, tuhan maha menentukan, tuhan maha bijak, tuhan maha kasih dan
masih banyak maha lagi sifat tuhan,tidak ada yang menyangkal. Dalam kehidupan
sehari-hari orang menyatakan. “tuhan telah menggariskan” dan lain-lain itu
semua pertanda oaran mengakui kebesaran tuhan
b.
Tempat
pemujaan
Masjid, greja, candi
pura, dan lain-lain lagi adalah tempat manusia berkomunikasi dengan tuhannya
atau yang dianggap tuhan. Ditempat-tempat itu di anggap tuhan “berada” karena
itu orang islam menamakan masjid “rumah allah” maka wajarlah tempat-tempat itu
dibuat sebagus mungkin, sesuai dengan kemampuan
masing-masing dank arena tempat itu dianggap suci, gunakan untuk segala
keperluan, kecuali keperluan untuk membesarkan nama tuhan
Apabila masyarakat berhasil membangun tempat memuja, tempat
manusia berkomunikasi dengan tuhan atau yang dianggap tuhan sebesar dan seindah
ungkin, maka banggalah masayarakat itu. Kebanggan itu adalah kepuasan batinnya
akan kemaksimalan cintanya, pengabdiannya kepada tuhan
c.
Berbagai
seni sebagai manifestasi pemujaan
seperti dikemukakan di
depan cinta menimbulkan daya kreatifitas pencintanya. Pengertian kreatifitas
anatar lain ialah menciptakan. Dalam seni pahat banyak kita jumpai arca-arca
yang menggambarkan dewa-dewa atau sesuatu yang dipujanya. Sudah tentu tinggi rendahnya
hasil seni itu bergantung kepada kemampuan penciptanya
seni taripun ada pula yang bersifat mengagungkan nama tuhan
atau yang dianggap “tuhan” misalnya tari sanghyang debari dan tari sanghyang
jaran bali adalah tarian bersifat kegamaan. Tari itu hanya ditarikan pada
upacara agama dan tidak boleh ditonton oleh para turis, penontonnya sangat
terbatas. Lagi pula tarian itu ditarikan pada dini hari tidak sembarangan waktu
di barat (yunani kuno) tempat asala drama: semula drama
diadakan berhubungan dengan upacara agama. Kambing yang dihias begitu rupa
diarak beramai-ramai keliling kota, pasara, dan sebagainya. Bila perhatian
orang ccukup besar, maka arak-arak melambatkan diri atau berhenti untuk
memberikan kesempatan pada seorang narrator untuk mengisahkan dewa yang rohnya
dianggap masuk ke dalam badan kambing,yang diarak itu
dalam seni music, banyak juga didendangkan lagu yang bersifat
mengagungkan nama tuhan. Nyanyian greja semua mengagungkan nama tuhan. Lagu-lagu keagungan tuhan tidak
hanya terdapat dalam agama krissten atau katholik saja, agama islam, agama
hindu bali, dan agama budha pun mengenal lagu-lagu keagungan tuhan. Bahkan dalam
lagu-lagu modern pun ada lagu yang mengaungkan nama tuhan, seperti lagu “ tuhan”
ciptaan bimbo.
5.
Makna
Belas Kasihan
Belas kasih adalah kebajikan
di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain
dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial
yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam
filsafat, masyarakat, dan kepribadian.
Dalam surat Yohanes dijlaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. Dan ketiga cinta amor ataue eros ialah cinta antara pria dan wanita. Perbedaan antara cinta eros dan amor ini adalah cinta eros sebagai kodrati sebagai laki-laki dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.
Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap sesama. Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, dan cinta kepada Tuhan. Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya atau sebagainya.
Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Kemudian apa bedanya Rahmah dengan Rahman? Kalau Rahman ada unsur memberi. Misalnya seseorang memusuhi kita, tetapi kita tidak membalasnya, malahan kita jadikan dia sebagai teman baik. Jadi pengertian rahmah adalah kita menaruh perhatian (simpati) terhadap penderitaan orang lain, lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan, sehingga menyebabkan rusak (menjerumuskan), maka hal itu disebut memanjakan.
Dalam surat Al –Qolam ayat 4,” maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh ALLAH SWT.”
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh ALLAH SWT.
Dalam esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuaan tanpa syarat.itu berarti,dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsure pamrih.Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar dari lubuk hati yang ikhlas.Kalau kita memberikan uang pada pengemis agar mendapatkan pujian,itu berarti tidak ikhlas,berarti ada tujuan tertentu.Hal seperti itu banyak terjadi dalam masyarakat.
Dalam surat Yohanes dijlaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. Dan ketiga cinta amor ataue eros ialah cinta antara pria dan wanita. Perbedaan antara cinta eros dan amor ini adalah cinta eros sebagai kodrati sebagai laki-laki dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.
Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap sesama. Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, dan cinta kepada Tuhan. Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya atau sebagainya.
Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Kemudian apa bedanya Rahmah dengan Rahman? Kalau Rahman ada unsur memberi. Misalnya seseorang memusuhi kita, tetapi kita tidak membalasnya, malahan kita jadikan dia sebagai teman baik. Jadi pengertian rahmah adalah kita menaruh perhatian (simpati) terhadap penderitaan orang lain, lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan, sehingga menyebabkan rusak (menjerumuskan), maka hal itu disebut memanjakan.
Dalam surat Al –Qolam ayat 4,” maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh ALLAH SWT.”
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh ALLAH SWT.
Dalam esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuaan tanpa syarat.itu berarti,dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsure pamrih.Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar dari lubuk hati yang ikhlas.Kalau kita memberikan uang pada pengemis agar mendapatkan pujian,itu berarti tidak ikhlas,berarti ada tujuan tertentu.Hal seperti itu banyak terjadi dalam masyarakat.
6.
Cinta
Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan
merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan
cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa
daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, kedua-duanya
mempunyai persamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada
seseorang saja. Bila saya kasihi saudara saya, semua anak saya, disamping itu
bahkan saya kasihi semua anak-anak yang membutuhkan saya. Berlawanan dengan
kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan
penyatuan yang sempurna. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif
bukan uiversal., dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling
tidak dapat dipercaya.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Untuk mereka intimitas atau kemesraan itu terutama diperoleh dengan cara hubungan seksual.
Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, tetapi sekali-kali ukan merupakan nafsu fisis belaka, untuk meredakan ketegagan yang menyakitkan. Keinginan seksual degan udah dapat dicampuri oleh tiap-tiap eprasaan yag mendalam, sedangkan cinta kasih merupakan satu diantaranya. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untukbersatu secara seksual. Daya tarik seksual untuk sementara waktu menimbulkan khayalan penyatuan.
Dalam cinta kasih erotis terdapat ekslusivitas yangtidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Sering kita jumpai seapsang orang-orang yang sedang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang lainnya. Cinta kasih mereka sebenarnya merupakan egoism dua orang , mereka adalah dua orang yang saling menemukan kesamaan. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan keitsertaan dengan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tapi bukan dalam arti cinta kasih yang mendalam.
Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorag sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam dalamnya. Hal ini memang merupakan dasar gagasan bahwa suatu pernikahan tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah meiliki jodohnya sendiri. Dalam kebudayaan barat/zaman sekarang, gagasan itu ternyata tidak dapat diterima sama sekali. Ada pula orang yang memandang bahwa factor yang penting di dalam cinta kasih erotis itu adalah keinginan.
Dengan demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain daripada perbuatan kemauan. Oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh diputuskan.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Untuk mereka intimitas atau kemesraan itu terutama diperoleh dengan cara hubungan seksual.
Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, tetapi sekali-kali ukan merupakan nafsu fisis belaka, untuk meredakan ketegagan yang menyakitkan. Keinginan seksual degan udah dapat dicampuri oleh tiap-tiap eprasaan yag mendalam, sedangkan cinta kasih merupakan satu diantaranya. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untukbersatu secara seksual. Daya tarik seksual untuk sementara waktu menimbulkan khayalan penyatuan.
Dalam cinta kasih erotis terdapat ekslusivitas yangtidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Sering kita jumpai seapsang orang-orang yang sedang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang lainnya. Cinta kasih mereka sebenarnya merupakan egoism dua orang , mereka adalah dua orang yang saling menemukan kesamaan. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan keitsertaan dengan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tapi bukan dalam arti cinta kasih yang mendalam.
Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorag sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam dalamnya. Hal ini memang merupakan dasar gagasan bahwa suatu pernikahan tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah meiliki jodohnya sendiri. Dalam kebudayaan barat/zaman sekarang, gagasan itu ternyata tidak dapat diterima sama sekali. Ada pula orang yang memandang bahwa factor yang penting di dalam cinta kasih erotis itu adalah keinginan.
Dengan demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain daripada perbuatan kemauan. Oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh diputuskan.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Heogiono
Drs. Ilmu budaya dasar dan PKLH, IKIP semarang Press, 1990.
2.
Hartono
Drs., dkk., ilmu budaya dasar , untuk
Pegangan Mahasiswa, CV. Pelangi, Surabaya, 1986
3.
Munandar
Soelaeman M., Ilmu BudayaDAsar Sastra Pengantar, PT. Eresco, Bandung, 1987.
4.
Suyadi M.P.,Drs.,
Ilmu budaya dasar, modul 1 – 3,
Unika, Jakarta, 1985
Komentar
Posting Komentar